Kegiatan


Perempuan Agen Perdamaian

Pangkalpinang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan Pelibatan Perempuan dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme dengan tema “Perempuan Agen Perdamaian” di Sahid Hotel Pangkalpinang, Kamis (18/07/19).

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah ± 100 Peserta yang terdiri dari Tokoh Perempuan, Organisasi Masyarakat Perempuan serta Perkumpulan Perempuan di Lingkungan TNI dan Polri. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua FKPT Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Riswardi beliau menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada kaum perempuan dalam pelibatan perempuan dan anak untuk mencegah serta menanggulangi radikalisme dan terorisme.

Turut hadir sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan kegiatan Pelibatan Perempuan dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme, Wakil Walikota Pangkalpinang, M.Sopian. dalam sambutannya beliau menyampaikan keberadaan perempuan khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan hal yang sangat penting yang tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Melalui kegiatan ini, yang mengambil tema Perempuan Agen Perdamaian merupakan hal yang baik karena perempuan merupakan tiang di dalam keluarga yang berarti perempuan tersebut harus kuat dan paham dalam melindungi dan menjaga keluarga. Hal tersebut dapat dilihat dengan lebih banyaknya waktu yang dikeluarkan seorang ibu dirumah dibandingka ayah. Dilihat dari potensi khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kita ingin memberdayakan kaum perempuan sebagai inovator dan motivator dalam menggerakkan pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Radikalisme dan terorisme merupakan hal yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 tentunya secara sosial tindakan tersebut dapat merugikan kita semua. Radikalisme dan terorisme biasanya terbentuk dari kelompok-kelompok kecil yang kemudian meluas dan kita semua ketahui radikalisme dan terorisme tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi sudah mendunia dan untuk menghindari hal tersebut semua elemen masyarakat baik dari instansi pemerintah, organisasi sosial kemasyarakatan dan sebagainya harus selalu peduli untuk memberikan pemahaman terutama kepada anggota keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar kita.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing. Antara lain narasumber dari BNPT Letkol (Laut) Setyo Pranowo Kasi Pemberdayaan Masyarakat BNPT dengan materi bahaya terorisme dan radikalisme serta penangulangannya, Ketua FKPT Riswardi dengan materi deteksi dini cegah radikalisme-terorisme di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Dwi Rubianti Khalifah dari AMAN Indonesia dan Rosita Tandos dengan materi  perempuan dan anak dalam ekstrimisme.