Kegiatan


Literasi Informasi Saring sebelum Sharing

Bangka, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa tentang Literasi Informasi dengan tema Saring sebelum Sharing. Yang dilaksanakan di Hotel Novilla Boutique Resort Kabupaten Bangka. (10/10/2019)

Peserta pada kegiatan tersebut antara lain Bintara Pembinaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Humas Polres, Bagian Penerangan Kodim, Awak Media Massa Pers, Penggiat Media Sosial, Lurah dan Kepala Desa. Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan dari Riswardi, M.Pd selaku Ketua FKPT Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebelum pelaksanaan kegiatan rembuk ini juga tim telah melakukan dialog di RRI yang dalam point dialog tersebut juga membahas tentang saring sebelum sharing. Beliau juga menyampaikan bahwa FKPT Bangka Belitung merupakan perpanjangtanganan dari BNPT yang anggotanya berasal dari birokrat, akademisi dan kelompok ormas masyarakat. Dalam sambutannya juga beliau menyampaikan daya tangkal masyarakat Bangka Belitung terhadap paham radikal terdiri dalam 2 aspek yaitu kepercayaan masyarakat Bangka Belitung terhadap aparat pertahanan keamanan dan kearifan lokal yang berada di masyarakat Bangka Belitung.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan yang sekaligus membuka pelaksanaan kegiatan oleh Wakil Bupati Kabupaten Bangka Syahbudin, S.IP yang dalam sambutannya beliau menyampaikan kegiatan ini penting dilaksanakan, sebab aparatur desa, babinkamtibnas, babinsa adalah menjadi ujung tombak terdepan untuk memberikan pemahaman dan langkah-langkah praktis dalam mencegah penyebaran paham radikal dan terorisme kepada masyarakat. Sehingga acara ini digelar untuk memberikan strategi maupun kiat-kiat khusus dalam mengolah informasi agar tidak mentah-mentah dicerna oleh masyarakat sehingga tidak menimbulkan kebingungan. Kita harus memilih dan memilah informasi sehingga dalam acara ini kita mendapatkan pencerahan untuk menyaring informasi sebelum membagi ke kelompok masyarakat atau teman-teman sehingga dapat mencegah masuknya paham radikalisme dan terorisme yang disertai penggunaan kekerasan atau ancaman kekerasan apalagi merusak fasilitas pemerintahan, selain menimbulkan suasana tidak nyaman dan rasa takut di masyarakat, juga bisa mengganggu. Karena itu, Fungsi deteksi dan cegah dini menjadi penting, sebab dengan terciptanya kebersamaan antara masyarakat dan aparat di tingkat kelurahan dan desa maka ancaman akan kemungkinan munculnya aksi terorisme bisa terdeteksi.  Selain itu, juga perlu memperkuat kembali fondasi kebangsaan yang telah di rintis oleh para pendahulu. Kabupaten Bangka memiliki kearifan kearifan lokal, diantaranya dengan membentuk jasa warga yang berbasis kampung di kota dan RT atau RW di kabupaten. Terorisme saat ini menjadi perhatian dunia, sebab aksi teror bukan hanya melanggar HAM namun juga kenyamanan dan rasa aman hidup, termasuk berdampak timbulnya korban jiwa, kerusakan harta benda dan stabilitas negara. Ini penting sebab terorisme menyasar siapa saja, maka pelibatan aparat kelurahan menjadi penting sehingga mendorong aparatur kelurahan dan desa dapat memahami apa dan bagaimana bahaya terorisme menjadi ancaman nyata dan mengetahui bagaimana strategi pencegahan dan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyaraat dan lingkungannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari 3 orang narasumber yang memiliki kompetensi dibidangnya masing-masing antara lain Kombes Zamri. S. kom selaku Kasubdit Teknologi Informasi Deputi II BNPT yang menyampaikan materi dengan tema perkembangan terorisme di indonesia dan strategi pencegahannya, Yusrizal, SH selaku Kabid Media Massa, Hukum dan Humas FKPT Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  yang menyampaikan materi dengan tema peran aparatur kelurahan/desa dalam pencegahan dini terhadap paham dan aksi radikal terorisme dan pemateri terakhir Yosep Adi Prasetyo dari Dewan Pers yang menyampaikan materi dengan tema strategi komunikasi dan peran kehumasan untuk menanggulangi hoax.